Rabu, 14 Agustus 2013

Episode 2 Aku Berdoa Supaya Aku Tidak Menangis

Foto itu adalah laki-laki muda yang lebih tua dariku. Tidak terasa aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya seolah ingin melepaskan beban yang berat. Tiba-tiba suara ibu yang berteriak-teriak menyuruhku bangun membuat aku merasa tersentak dalam sebuah lamunan ku tadi dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Aku menengok kiri kanan sambil berjalan tak tentu arah. Membingungkan memang berada di tempat yang sama sekali baru. Tiba-tiba saja terdengar teriakan memanggil namaku, ”Vero... Vero...!!” Aku menoleh mencari sumber suara dan dengan gembira berlari mendekat ke arah suara itu. ”Dani... ya ampun seneng deh ketemu kamu. Habis dari tadi aku jalan ga ketemu orang yang aku kenal,” kataku sambil memeluk sahabatku itu. Sahabatku yang satu ini memang selalu ada untukku. Aku sangat menyayanginya. ”Iya. Aku juga seneng liat kamu lagi. Eh ngomong-ngomong kamu kelompok berapa?” tanya Dani. ”Aku kelompok 21,” jawabku. ”Sama dong aku juga kelompok 21. Asik jadi kita bisa barengan!” seru Dani gembira. Yah aku rasa aku memang berjodoh dengannya. Lihat saja mulai dari SMA aku selalu bersamanya dan hari ini pun aku sekelompok dengannya.

Acara pengenalan kampus sudah dimulai. Tidak terasa hari sudah mulai siang. Aku bosan karena acaranya menurutku sangat membosankan dan tidakmenarik. Namun, entah mengapa tiba-tiba saja badanku mengigil seperti orang yang kedinginan padahal hari itu udara sangat panas dan aku dalam kondisi yang sangat sehat. ”Aduh, ada apa ini? Pasti akan ada sesuatu yang buruk terjadi.” Aku mulai berpikir macam-macam. Soalnya setiap kali aku merasa seperti ini pasti kejadian buruk terjadi. Seperti beberapa minggu yang lalu tiba-tiba saja badanku menggigil dan ternyata nenekku jatuh di kamar mandi. Membuatnya tidak lagi bisa berjalan. Nah kali ini ada apa ya.

Akhirnya acara selesai juga. Aku menghembuskan nafas lega. ”Fiuh.. akhirnya selesai juga ya. Lega deh.” Kataku pada Dani yang berjalan di sampingku. ”Iya. Ternyata acaranya bikin capek,” tambah Dani. Lalu aku berjalan bersama Dani ke arah gerbang kampus menunggu bis untuk pulang ke rumah.

Sampai di rumah aku langsung membaringkan tubuh di atas tempat tidur. Tanpa sadar, mataku tertuju pada foto yang terletak di atas meja. Ada perasaan yang aneh saat aku memandang foto itu. Aku tersentak kaget ketika handphone di sampingku berdering. Buru-buru aku menerima telepon ketika kulihat nama yang tertera dilayar hpku. Ternyata Frans. Frans ini adalah teman terbaikku selain Dani dan aku selalu memanggilnya Kak Frans. Saat ini dia kuliah di palembang bersama saudara ny di foto itu. Aku berkenalan dengannya ketika Andri mengajaknya ke rumahku. Mereka selalu mengatakan kalau mereka kerasan tinggal di rumahku. Buatku tidak masalah karena aku jadi punya banyak teman mengobrol.

            Hallo, Kak Frans apa kabar? Kangen deh. Kapan kita bisa ketemu?” Ocehku tanpa memperdulikan kalau ternyata aku tidak memberinya kesempatan untuk berbicara. ”Ya ampun Vero, begitu besarkah kerinduanmu padaku sampai-sampai tidak memberikan aku kesempatan berbicara?” ujar Frans sambil tertawa mendengar ocehanku. Kemudian dia melanjutkan, ”Iya deh nanti kalau ada waktu aku pasti mampir ke rumah. Tapi sebelumnya aku memberitakan sesuatu. Aku harap kamu mampu untuk mendengarnya.” ketika mendengar ucapan itu aku merasa gelisah. Jangan-jangan aku akan mendengar kabar yang tidak aku inginkan. ”Berita apa sih kok sepertinya serius sekali.” ku coba untuk menguatkan diri mendengar seburuk apapun beritanya. Saat itu tgl 10 november 2012..

Maaf sebelumnya untuk saat ini aku merasa ada yang aneh dengan diriku aku merasa ada yang mengganjal yang harus kuungkapkan “sebenarnya aku suk.......a. tut tut tut... (mungkin karena habis pulsa atau mungkin sinyal antara lampung dan palembang ny yang sedang jelek) dalam hati kecil ku berkata dia sebenarnya ingin bicara apa?? Sukk apa?? Suka?? Tgl 12 januari 2012...

Tak pernah kusangka dan dag pernah kuduga dia datang menemuiku, lalu membicarakan hal yang ingin dia sampaikan tadi malam.. Hey kamu aku g bisa membohongi perasaan ku lagi aku memang membutuhkan kamu, aku mulai terbiasa dengan dirimu, cara mu bicara, cara mu melihat.. aku suka kamu J tapi maaf sebelum nya aku mungkin tak bisa selalu ada disisimu, kamu dipalembang sedangkan aku dilampung..


Aku pun menerima dia menjadi pacar ku,
Setelah bicara panjang lebar dengan ny akhirnya hal-hal yang paling kubenci aku harus berpisah sementara waktu karena dia harus kembali lagi kePalembang untuk melanjutkan kuliah ny..  “Hey aku pulang dulu ya kalo aku ada waktu aku pasti datang kembali kok”..

Setiap manusia pasti ada yang paling ditakuti didunia ini khusus bagiku hal yang paling kutakutkan adalah aku takut kehilangan dirinya hal yang lumrah dalam setiap pasangan2 baru itu sudah biasa.. hari2 ku bersama nya selalu bersama nya walaupun jarak memisahkan kita..

Dalam sebuah hubungan tentunya tidak selalu berjalan dengan mulus ada aja hambatan ny contohny saja beda pendapat yupzz.. mungkin karena aku yang terlalu kekanak-kanakan meminta diri ny untuk terus mengkabari diri nya, sedang apa? Lagi apa? Dimana sama siapa?? Hingga dia mulai bosan dengan semua itu dan berkata “kamu itu memang pacarku tapi kamu tak seharusnya memerintahku untuk selalu berbuat begitu kepadamu, emang kamu ya yang memberi ku makan?? Emang kamu ya yang menjalankan semua kegiatan sehari2 yang kulakuin? (kebetulan dia seorang photografer) Kekanak-kanakan banget sih!!!! Untuk beberapa hari ini aku minta aku ingin sendiri.. tut tut tut tuttttttttttttttttttttt..... handphone pun berhenti berbicara..

AKU HARUS SABAR!!! Lagi pula aku memang salah , mungkin dia sedang capek karena tugas nya didunia kampus dan dunia kerjanya.. aku dituntut belajar mencintai seseorangan yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna walaupun jarak kita berjauhan aku mulai menyadari sedikit demi sedikit diriku menjadi lebih dewasa J mulai mengerti keadaan dia..(ahhhh capek juga gw nulis cerita ini anjriittt!!!)...

1 hari 2 hari..... 1minggu kemudian kuberanikan diriku untuk menelpon dirinya 1x g diangkat 2x ya tetep g diangkat 3x baru diangkat..... Halo, Kamu lgi apa? Lagi sibuk gak? Ocehku.. “nih baru pulang dari kampus kenapa? Ujar frans. Hehehe nggak kok aku minta maaf ya soal kemarin ya memang benar aku masih kekanak-kanakan dan aku menyadariny, aku dimaafkan g? Ujarku.. Hahahaha iya ya lah aku dah memaafkan kamu dari lama, toh aku juga g marah Cuma g suka aja hidup ku serba diatur J.. eh udah dulu ya aku mandi nih gatel, ujarnya.. Yeeekk bau sana geh mandi!!! Hahaha

Tak bosen2 ny aku menyempatkan diriku untuk sms dia “selamatpagi “selamat malam” “selamat tidur” “mimpi indah” dll. Walaupun lama balasnya dan kadang hampir tidak pernah dia membalas. Aku tetap bersabar... Aku datang aku kembali untuk dirinya menemui nya ya betul ini jalanku yang aku pilih walupun berbatu dan gersang, namun aku tetap melangkah dengan senyum tersungging dibibirku. “Orang yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan sorak-sorai”.

“aku tidak ingin kamu pergi dariku”

Suara lembut tertahan itu akhirnya memecah kebisuan yang sedari tadi menyelimuti kedua insan manusia yang saling menemukan jawaban atas segala pertanyaan

“maafkan aku”


Bukan maksud ku untuk menyakiti mu, ini cobaan yang harus dihadapi oleh setiap pasangan 2 pendapat yang berbeda, berlawanan pendapat itu kerap timbul dalam sebuah hubungan “dan aku pun juga tak ingin kehilangan dirimu kehilangan orang yang aku cintai” ..

>>> Lanjut besok ya : )