Perang tanpa akhir Developer Virus Vs Developer Antivirus
Dewasa ini, keberadaan virus komputer pastilah merupakan hal yang biasa dalam keseharian kita, mengingat kebanyakan komputer di sekitar kita menggunakan Sistem Operasi Windows yang rentan terhadap virus. Sebelumnya perkenankan saya memberikan definisi virus adalah program/aplikasi/serangkaian perintah yang dapat memperbanyak dirinya. Kebanyakan virus, bahkan hampir semua virus sangat merugikan kita, baik secara pasif membuat hardisk kita penuh sesak atau aktif merusak sistem dan dokumen kita. Bermacam-macam antivirus pun ditawarkan oleh banyak software developer, yang bisa didapatkan dengan biaya tertentu maupun tersedia secara gratis.
Mengikuti bertambahnya jenis dan varian virus dengan versi yang terus menerus diupdate, devoloper-developer antivirus tak kalah semangat dengan para developer virus, dengan menerbitkan patch tambahan informasi virus baru atau sistem yang lebih baru dari antivirus lama mereka yang telah dikalahkan oleh virus versi lebih baru. Demikianlah terjadi perang tanpa henti antara developer virus dan developer antivirus, tanpa mengabaikan kemungkinan dalam kasus tertentu bahwa mereka adalah orang/pihak yang sama dengan tujuan tertentu. (‘tertentu’ dibaca ‘uang’.hehehe.-pen)
Di tengah peperangan bodoh antara developer Virus Vs developer Antivirus ini – yang mungkin juga ada drama peperangan melawan diri sendiri yang menghasilkan uang – memang tidak ada salahnya jika anda ikut berpartisipasi dalam peperangan ini. Cara paling mudah tentu dengan menjadi supporter developer antivirus dengan menggunakan produk mereka. Hal ini jelas merupakan hal yang sangat lazim, karena siapa toh yang tidak ingin komputernya dibersihkan dari virus?
Adapun cara yang lebih menantang untuk terjun ke dalam peperangan yang semakin suram ini adalah bergabung pihak developer virus dengan membuat virus untuk disebarkan dengan tujuan yang nggak jelaz. Adanya orang yang memilih cara kedua itulah yang menyebabkan tersebarnya banyak virus-virus yang tidak begitu mutu – tapi menyebalkan karena efeknya kurang ajar dan kebanyakan merugikan – di Indonesia. Setidakmutu-setidakmutunya, virus-virus ini malah merepotkan masyarakat kita, karena virus2 ini tidak terdetect oleh software-software antivirus dari luar negeri yang tentu saja lamban menangani virus di negeri kita. Untuk itulah banyak orang-orang kita pun bergabung dalam perang sengit developer Virus Vs developer Antivirus dengan mengembangkan antivirus khusus untuk virus tertentu.
Virus Protector bawaan Antivirus dan Software Virus Protector Alternatif
Disamping software-software scanvirus yang siap memburu virus dengan beberapa klik, Virus Protection – yang biasanya disertakan oleh developer software scanvirus – pun terpasang secara default dalam rangka menanggulangi virus-virus lagi yang akan datang. Dari dulu saya meragukan efektifitas dan efisienisi sistem ini, maka saya meninggalkan antivirus dan memasang deep freeze di komputer-komputer yang saya tangani. Ini saya lakukan beberapa tahun yang lalu ketika saya menjadi semacam penanggung jawab ruang komputer angkatan di Seminari Santo Paulus
Dengan deep freeze, masalah virus teratasi dengan jelas, karena deep freeze akan membersihkan semua perubahan dalam partisi yang dipilih, dengan mengaktifkan mode frozen. Ada dua strategi, yang pertama adalah memasang deep freeze hanya pada partisi sistem anda dan mengaktifkan mode frozen sepanjang waktu. Keuntungannya virus tidak akan bersarang di partisi sistem karena akan terhapus begitu anda restart windows, dan anda dapat menyimpan dangan mengubah data-data anda di partisi lain dengan nyaman tanpa memikirkan deep freeze. Kerugiannya, virus-virus yang sarangnya tidak di partisi sistem akan tetap hidup dan bisa berkembang biak jika sistem dihidupkan, kendati partisi sistem akan kembali seperti semula lagi begitu direstart. Kerugian lain, kinerja sistem menjadi berat ketika deep freeze dalam mode frozen.
Cara kedua adalah dengan dengan memasang deep freeze pada semua partisi, dan mengaktifkan mode frozen hanya ketika anda ingin memindahkan data melalui media penyimpanan tertentu. Keuntungannya komputer anda akan benar-benar bersih dari virus jika anda berdisiplin diri menerapkan prinsip pemindahan data hanya boleh dilakukan dalam mode frozen. Demikian pula kinerja sistem lebih ringan dalam kondisi deep freeze tidak aktif (istilahnya thawed). Sayangnya berdisiplin diri ini tidak semudah yang dibayangkan, mengingat kecenderungan kita untuk mendapatkan yang instan dengan cara mudah. Kehilangan data yang sedang dikerjakan pun mungkin terjadi karena kelalaian kita mematikan deep freeze.
Lebih jauh dari semua itu, ternyata beberapa virus baru pun akhirnya mampu menjebol sistem deep freeze ini, sehingga mode-mode deep freeze menjadi tidak terkontrol lagi. Kendati demikian, tak ketinggalan developer deep freeze pun menerbitkan versi deep freeze yang lebih baru, tentu dengan sistem yang lebih memberatkan kinerja PC. Perang Virus Vs Antivirus kini diramaikan oleh Deep Freeze sebagai pihak ketiga. Melihat secara bijak peperangan ini, siapa yang menjadi korbannya? Komputer kita. Dengan adanya antivirus atau virusprotector, beban CPU bertambah, memory sesak, dan resikonya komputer anda pun menjadi lemot, terutama jika komputer anda masih jadul. Sebagus apapun komputer anda, kehadiran antivirus tetaplah mengurangi jatah kenyamanan anda dalam berkomputasi, terutama jika aplikasi yang anda jalankan adalah game yang sangat menyenangkan. Terlebih semakin baru antivirus, biasanya antivirus tersebut menuntut spesifikasi hardware yang lebih bagus lagi. Wajar jika anda menginginkan hardware yang lebih bagus demi memenuhi kebutuhan pekerjaan grafis yang berat. Tetapi sungguh sia-sia jika komputer-komputer yang dikhususkan untuk applikasi office yang ringan terpaksa harus dinaikan gradenya demi melindungi diri dari serangan virus.
Membersihkan Virus-Virus Tertentu secara Manual
Mencoba keluar dari peperangan sia-sia antara Virus Vs Antivirus, beberapa virus dapat dengan mudah dibasmi dengan solusi alternatif berkembang di kalangan administrator sistem dan para maniak IT. Virus yang dimaksud adalah virus-virus yang wujudnya dapat diketahui sebagai aplikasi cukup dengan windows explorer saja, dengan mode “view all files” dan menonaktifkan mode “hide system file” di menu folder option.
Adapun prinsip solusi alternatif ini adalah dengan menghentikan running virus dan memburunya secara manual dengan bantuan fasilitas “find” atau “search” yang telah disediakan oleh windows. Karena kebanyakan virus-yang-dapat-dideteksi-wujudnya-secara-manual tersebut dibuat menggunakan msvb, seperti yang telah membudaya di dunia pervirusan Indonesia, kita dapat dengan mudah menghentikan running virus dengan membuat supaya virus tidak menemukan library yang dibutuhkan virus untuk running. Library itu adalah msvbvm50.dll dan msvbvm60.dll yang terdapat di folder c:\windows\system32, sedangkan cara modifikasi dapat dilakukan dengan mengubah extensi file (kode setelah tanda titik), memindah file ke folder lain, ataupun menghapus file tersebut. Artikel saya yang lain mengenai hal ini bisa anda klik di sini.
Membangun Sistem Komputasi yang Aman dari Virus tanpa Gangguan Antivirus
Melupakan semua kebodohan yang saya tulis di sini, sebenarnya ada satu solusi yang paling masuk akal dari semua itu, yaitu dengan mengganti sistem operasi anda menjadi Linux. Dengan Linux semua masalah tentang virus beres, sekaligus membawa anda ke dunia yang penuh kejutan dan kesenangan. Kesenangan pertama, cukuplah anda bebas dari serangan virus. Kesenangan selanjutnya, rasakan sendiri jika anda sudah merasakannya.
Walau begitu, game-game menarik di Windows memang menggiurkan. Untuk itu terasa sayang betul membuang Windows Begitu saja. Selain itu banyak orang berprinsip tidak mau mencoba hal-hal baru. Maka solusi alternatif yang mungkin bisa anda pakai adalah membangun sistem dengan Sistem Operasi Windows dengan filtrasi data dengan Linux. Apa itu dan bagaimana teknisnya? Silakan tunggu posting selanjutnya.
… malam semakin larut dan kini menjadi pagi buta… beberapa jam lagi aku masih menjalani hariku yang menyenangkan di bed sweet bed hehe :D
Intercost, 27 juli 2013
Salam Hangat
Thio
Thio